Koltim Dukung Pengembangan Sekolah Inklusi

Writed by Amiruddin

Posted on 21 Desember 2017 - 18:08:21 WITA 117 x



Pemerintah Daerah (Pemda) Koltim, sangat mendukung pengembangan sekolah inklusi.

Sekolah inklusi atau sekolah umum yang didalamnya juga dimasukkan bagi anak berkebutuhan khusus, akan sangat mendukung pemerataan dunia pendidikan di daerah yang baru berusia empat tahun tersebut.

Hal ini, disampaikan Asisten III Setda Koltim Samsul Bahri Madjid SH MSi mewakili Bupati Koltim, saat membuka seminar pendidikan kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dengan Pemda Koltim di Aula Kantor Kecamatan Tirawuta Senin, (4/12), dengan tema peningkatan sumberdaya manusia untuk mendukung sekolah inklusi di Koltim, berlangsung

Penddikan yang baik kata dia, harus berikan masyarakat termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sehingga pembinaan dan pelayanan pendidikan terpadu dan tidak ada diskriminasi dan inilah makna pendidikan inklusi sebagai pendidikan metode pendidikan yang baru. Penyenggaraan pendidikan inklusi lanjutnya, adalah salah satu syarat yang harus terpenuhi untuk membangun tatanan masyarakat yang kondusif, saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagamana sebagai bagaian dari sebuah kehidupan. Pendidikan inklusi ini adalah jembatan bagi setiap anak dalam memperoleh pendidikan utamanya berkebutuhan khusus yang dididik bersama dengan anak-anak normal.

Jika dibina dengan baik kata Asisten III, anak-anak berkebutuhan khusus akan saling melengkapi dengan anak yang normal, lingkungannya akan sangat mendukung dengan hadirnya sekolah inklusi karena yang normal akan mendukung anak berkebutuhan khusus tersebut, dan nantinya di Koltim ini akan dipercepat penerapan metode pendidikan inklusi ini.

Sementara Asisten Deputi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus Kementerian PPPA Indra Gunawan SKM menyampaikan, jika di Koltim sejak tahun lalu pihaknya sudah membentuk aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat di Desa Putemata dan Kelurahan loea. Pembentukan aktivis ini didasarkan banyaknya kasus-kasus kekerasan utamanya pada anak berkebutuhan khusus yang terjadi disekitar kita dan pelakunya biasanya tidak jauh dari orang-orang terdekatnya.

Untuk itu, dari pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan menjangkaunya, olehnya itu kementeria ini mencoba membuat model-model gerakan ini di desa yang ada di 34 provinsi se-Indonesia, dan masing-masing provinsi akan diwakili dua kabupaten, dari masing-masing kabupaten ini akan diwakili dua desa atau kelurahan. Untuk di Sultra sebutnya, diwakili oleh Koltim dan Kolut. Di Koltim sendiri dipilih dua desa tersebut.

Menurutnya, banyak upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam perlindungan anak, tapi intervensinya hanya keluarga dan masyarakat. Sehingga harus ada suatu model dilakukan secara terpadu dan disana ada peran-peran pemerintah yang mengutamakan upaya pencegahan dibanding jika sudah ada korban

Sehingga masih kata Indra, selama dua tahun pembentukan aktivis ini dan hasil evaluasi hasilnya sangat luar biasa. Sehingga ia berpesan jika semua pihak harus berupaya mendorong upaya ini yang salah satunya dengan model inklusi khususnya anak berkebutuhan khusus yang juga mempunyai hak menikmati pendidikan dan lainnya seperti anak normal, karena pihaknya sangat mendorong semua anak untuk dimasukkan disekolah khususnya anak berkebutuhan khusus, disabilitas, maupun anak yang ada di pedalaman.

Dalam acara ini, juga diserahkan sertifikat kepada para aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.(PKKP)



Berita Terkait

No Image
  • Browser:
  • OS: Unknown Platform
  • Pengunjung: 14704
  • Sekretariat Daerah Kabupaten KOLAKA TIMUR

    Address: Jl. Poros Kolaka-Kendari
    Km 51 Desa Lalingato Kecamatan Tirawuta
    Kode POS 93572

    Email: setda@kolakatimurkab.go.id